Jet Lag adalah bertumpuknya gangguan psiko-fisiologik (gangguan ritme sirkadian) akibat penerbangan jarak jauh yang melintasi lebih dari 4 zona waktu dalam waktu singkat sehingga sinkronisasi normal ritme sirkadian atau jam biologik dengan waktu yang berlaku di tempat tujuan menjadi terganggu (dr. Bambang Subyanto, SpS).
Irama/ritme sirkadian adalah irama dan pengenalan waktu yang sesuai dengan perputaran bumi dalam satu hari (22 - 24 jam). Dipengaruhi oleh faktor endogen "Biological clock" yang diatur secara hormonal oleh supra chiasmatic nuclei dan faktor eksogen "zeitgeber" seperti faktor geografi, faktor sosial, kegiatan fisik, jadwal makan, dan keadaan terang gelap.
Gejala klinis Jet Lag mengakibatkan gangguan psikofisiologis seperti gangguan pola tidur, perubahan siklus suhu badan, normal acrophase late afternoon (through 2-4 AM), perubahan siklus hormon, dan gangguan fungsi pencernaan.

