Status

"WAITING FOR YOU MY LITTLE BABY"

11 April 2012

Seleksi Alam Untuk Masuk Kampus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

In the middle of 2008

Hari itu di tangga sekolahku SMA Negeri 5 Tangerang, saat aku sedang bersenda gurau bersama teman-teman sambil membicarakan masa depan kami masing-masing, akan kemana kami setelah lulus dari green school ini (julukan untuk SMA-ku).

Tiba-tiba aku melihat beberapa orang yang datang, yang paling mencolok dari mereka adalah seragam biru lengkap dengan atribut, seragam yang menarik perhatianku, ketika seminggu yang lalu aku mengantar Mamaku membeli keperluan rumah di pusat perbelanjaan dekat rumah. Saat itu aku melihat seorang wanita dengan seragam yang sama,

"waah, sekolah di mana ini, kok seragamnya bagus, pantas ga ya Gw pakai itu?" (bisikkan dalam hati)

 
Sekelompok orang di SMA-ku itu adalah para Taruna dan Taruni dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang notabene mereka adalah lulusan dari SMA-ku itu, misi mereka datang hari itu ke sekolah ialah untuk memperkenalkan kampus STPI itu ke adik-adik kelasnya, mereka adalah Mba Novita (Program Studi D III Penerangan Aeronautika Angkatan ke-6) dan Bang Dona (Program Studi D II Teknik Bangunan dan Landasan Angkatan ke-5).

Alhasil karena ada teman sekelas juga yang ikut mendaftar aku pun turut serta mendaftar, untungnya saat itu pendaftaran via online di situs resmi STPI. Aku sangat beruntung, karena pada saat itu ada dua program studi yang menawarkan program beasiswa (beasiswa penuh), dan mencantumkan tulisan ikatan dinas, program studi (prodi) itu adalah D IV Teknik Pesawat Udara (TPU)  dan D IV Pemanduan Lalu Lintas udara (PLLU), tetapi ada persayaratan khusus untuk mendaftar di kedua prodi tersebut, yaitu :
  1. Jurusan IPA, dengan nilai Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris minimal 7.0
  2. Peringkat 10 besar dari kelas 10 sampai 12
Hmmm...pilihan yang ada saat itu adalah prodi D II Penerbang, D IV TPU, D IV PLLU, D III Manajemen Transportasi Udara (MTU), D II Komunikasi Penerbangan (KP), dan TPU Non Diploma, tapi yang benar-benar mencantumkan keterangan beasiswa penuh adalah hanya kedua prodi yang telah aku sebutkan tadi. Mengingat aku adalah anak pertama dan aku masih memiliki 4 adik perempuan yang masih butuh biaya banyak untuk pendidikan, melanjutkan sekolah dengan mencoba meraih beasiswa adalah pilihan yang tepat. Alhamdulillah aku dapat memenuhi kedua persyaratan khusus tersebut.

Proses Pendaftaran
 
Akhirnya aku memilih prodi D IV PLLU, setelah bermain-main dengan pikiran sendiri, meskipun aku tidak tahu akan seperti apa jika aku masuk prodi ini, dan pekerjaan apa yang akan aku geluti nanti, yang ada dipikiranku adalah aku akan bekerja memandu lalu lintas udara, terbayang sudah aku akan mengibarkan bendera mengatur pesawat saat parkir, seperti yang sering aku lihat di film.

Setelah aku mendaftar, akupun mendapat informasi untuk mengecek email, dan aku pun mengecek email, dan mendapat lembar pendaftaran peserta Sipencatar (Seleksi Penerimaan Calon Taruna), setelah itu aku mencetak lembar tersebut dan menempelkan pas foto 4 X 6 seperti yang telah diinstruksikan di email tersebut, dan keesokan harinya aku membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 75.000, 00.

Dua hari setelah itu, aku ditemani Papa, pergi ke STPI, yang sama sekali aku tidak tahu ada di mana lokasinya. Setelah setengah jam perjalanan dengan motor, akhirnya kami sampai, dan aku langsung daftar ulang, untuk mendapatkan cap di lembar peserta Sipencatar itu (supaya lebih resmi).

Seleksi yang harus aku lewati sebelum benar-benar dinyatakan LULUS masuk STPI adalah sebagai berikut :
  1. Seleksi Akademik lalu setelah itu pengumuman
  2. Seleksi Kesempataan dan Kesehatan tanpa pengumuman
  3. Seleksi Wawancara

Seleksi Akademik

Pengalamanku waktu itu adalah pada hari H seleksi akademik, pagi-pagi sekali aku dan temanku berangkat dari rumah dengan motor, kalau tidak salah saat itu pukul 06.00, dan jadwal tes pukul 08.00. Brrrrrr... perjalanan menuju Curug pagi itu dipenuhi dengan kabut, dengan pemandangan sawah di kiri jalan, rasanya seperti berasa di kampung halaman Papa.

Akhirnya aku sampai tepat satu setengah jam sebelum waktu tes, kami pun baris sesuai dengan prodi yang kami pilih, untuk memasuki ruang tes, saat itu ruang tes ada di Gedung Serba Guna STPI. Kami pun masuk satu persatu, dan duduk di kursi sesuai dengan nomor peserta.

Panitia pun membacakan tata tertib tes, yaitu tidak boleh mencontek, membuat gaduh, menggunakan alat komunikasi dan alat hitung elektronik, dll. Tes akademik fase pertama yatu tes akademik meliputi soal Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris, kalau tidak salah Matematika dan Fisika ada 30 soal (maklum lupa, sudah lama..hehe) dan Bahasa Inggris 40 soal. Waktu yang diberikan adalah kurang lebih 3 jam. Trend soal tes ini seperti soal Ujian Nasional.

Setelah itu ada break selama 30 menit, dan dilanjutkan tes psikotes, gambaran soal ini pun seperti tes psikotes standar untuk menilai IQ, saya lupa jumlah soal dan waktu menyelesaikannya kalau tidak salah 100 soal dan waktunya 2 jam. Setelah selesai, aku pun pulang ke rumah, dan berdoa semoga aku bisa melewati tahap tes akademik ini.

Seleksi Kesemaptaan dan Kesehatan

Alhamdulillah aku pun lulus tahap tes akademik, ada pemberitahuan bagi peserta Sipencatar yang lulus tahap seleksi akademik, untuk mengikuti tes lanjutan yaitu seleksi kesemaptaan dan kesehatan, kami harus membayar administrasi sebesar Rp 350.000,00.

Pada hari H seleksi, aku diantar papa. Seleksi hari itu berlokasi di Gedung Instalasi Kesehatan STPI. Aku pun berbaur dengan peserta yang lain, sama sekali tidak ada yang aku kenal, mulai lah aku memberanikan diri bertanya pada salah satu peserta yang dari tadi pun diam dekat pintu masuk.

"hallo, ambil jurusan apa?", tanyaku

"PLLU yang subsidi", jawabnya

"Aku, Bella, kamu?

"Ajeng"

deng..deng, dapatlah aku satu teman setidaknya bisa berbagi informasi meskipun Ajeng sedikit kurang friendly. Setelah itu para peserta menunggu di ruang tunggu, menunggu namanya dipanggil, hari ini adalah tes kesemaptaan, tesnya adalah tes naik turun bangku selama 5 menit. Hmmm lumayan buat nafas ini terengah-engah. Setelah 5 menit ada panitia yang mengukur denyut nadi, sebelum tes pun denyut nadi kami diukur. Setelah itu kami bisa pulang, dan datang 3 hari berikutnya untuk tes kesehatan.

Tiga hari berikutnya, tes juga masih dilaksanakan di Gedung Instalasi Kesehatan STPI. Seperti biasa, kami pun menunggu di ruang tunggu sampai nama kami dipanggil. Tes kesehatan itu meliputi :
  1. Tes darah dan urin
  2. Tes EKG (Elektrokardiogram) / rekam jantung
  3. Rontgen
  4. Tes pantau seluruh tubuh (nama aslinya bukan ini sih, pi tes ini adalah sang dokter mengecek seluruh tubuh kita secara langsung melalui penglihatan mata)
  5. Tes mata (apakah ada minus dan tes buta warna)
  6. Tes gigi
  7. Ukur tinggi badan dan berat badan
Untuk tes pantau seluruh tubuh, antara perempuan dan laki-laki di pisah ruangannya. Kami diinstruksikan untuk hanya memakai pakaian dalam, tentu yang memeriksa adalah dokter dan suster perempuan. Lalu kami disuruh jalan kira-kira 7 langkah dalam ruangan itu, di cek apakah memiliki ambien atau tidak, mengangkat ketiak (apakah ada kelenjar atau tidak), dll.

Untuk tes mata, kami diinstruksikan untuk membaca Snellen chart


dan pada ruangan yang berbeda kami di tes buta warna, dengan melihat alat tes seperti buku, membaca angka yang berwarna-warni di tengah-tengah warna-warna lain.

Untuk tes gigi, gigi kami dilihat, apakah ada gigi yang bolong untuk menjadi catatan mereka, ada beberapa peserta yang giginya bolong lalu diberi saran untuk di tambal, pada saat itu karena ada karang gigi di gigi saya, saya pun diinstruksikan untuk membersihkan karang gigi. Setelah tes, aku pun pulang kerumah.

Seleksi Wawancara

Beberapa hari atau minggu setelah tes kesehatan, kami pun mengikuti seleksi wawancara. Aku diantar Papa lagi kesini. Tes dilaksanakan di Gedung Serba Guna STPI. Aku pun berbaur dengan peserta lain, aku tidak mempersiapkan apa-apa untuk tes wawancara, hanya melatih memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris.

Beberapa peserta yang mengambil prodi yang sama, ada yang menghapalkan nama-nama bandara di Indonesia, menghapal arah angin, dari beberapa teman pada akhirnya aku tahu apa itu sebenarnya Pemanduan Lalu Lintas Udara atau Air Traffic Control. Aku pun ikut menghapal.

"Air Traffic Controller itu adalah seorang petugas di bandara yang bertugas mengatur pesawat agar tidak saling tabrakan"

"Saya memilih prodi ini, karena pekerjaan Air Traffic Controller itu sangat menantang"

bla..bla..bla..bla...

Banyak informasi baru yang aku dapatkan dari teman-teman baruku itu. Sampai tibalah pada saat diriku yang maju. Pertama aku dipersilahkan duduk, dari tiga penguji hanya satu nama yang aku ingat sampai sekarang, yaitu Bapak MT Nurhuda.


Pertama-tama penguji menginstruksikan diriku untuk memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris, lalu menanyakan tentang diri kita, kenapa kita mengambil prodi itu, motivasi kita masuk STPI, terus bagaimana jika kita tidak masuk, dan lain-lain tergantung dengan keinginan penguji, beberapa peserta lain juga ada yang diminta untuk memperagakan hal yang mereka suka. Misalkan mereka menyukai permainan bulutangkis, maka mereka memperagakan permainan bulutangkis.


Final Result

Tiba saatnya pengumuman, dan akhirnya.. ALHAMDULILLAH... surat dari STPI tiba di rumah, dan menyatakan bahwa diriku masuk STPI di Program Studi Diploma IV Pemanduan Lalu Lintas Udara Angkatan ke-12. Ternyata masuk STPI dibilang susah, tidak juga. Dibilang mudah, tentu tidak mudah. Ada beberapa tips bagi kawan-kawan yang akan melewati seleksi di perguruan tinggi, khususnya di STPI:

  1. Jika diminta mengumpulkan dokumen-dokumen yang diminta sebagai persyaratan, maka kumpulkan sesuai dengan yang diminta.
  2. perbanyak teman guna saling berbagi informasi, terkadang kita mendapat informasi yang belum kita ketahui dari orang lain, dan itu sangat membantu.
  3. Saat wawancara, kita harus percaya diri tapi tidak sombong.
  4. Jangan mengarang tentang diri kita, bicara jujur, jika ditanya mengenai keadaan diri, ceritakan apa yang pantas diceritakan
  5. Tunjukkan keinginan kuat kita untuk bergabung dengan perguruan tinggi tersebut dengan perbuatan dan perkataan saat wawancara.
  6. Prepared, kata itu yang lebih pantas. Persiapan, karena orang yang paling siap maka ia yang akan sukses.

6 komentar:

  1. wahh kamu baik skali mau memberikan informasi sedetail ini..
    info kamu sangat saya butuhkan karna tahun ini saya daftar buat mask stpi
    saya berminat skali masuk situ
    dan doain yah smoga masuk

    BalasHapus
  2. Amiiinnn....semoga sukses...

    saya sedang ingin belajar menulis, jd smga aja tulisan saya ini bisa mmbantu...amiinnn

    BalasHapus
  3. wah makasih mbak,,
    ktika wawancara apa kita menjawab dngan bahasa inggris?

    BalasHapus
  4. mbak mau tanya song...
    diatas kan mbak menerangkan kalau setelah seleksi akademik itu diberi pengumumannya. nah kalo di pengumuman itu kita dinyatakan belum lulus, apa kita ada peluang untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya atau berhenti sampai disitu saja ?
    mhon dijawab, terima kasih sblmnya:)

    BalasHapus
  5. mbak mau tanya song...
    diatas kan mbak menerangkan kalau setelah seleksi akademik itu diberi pengumumannya. nah kalo di pengumuman itu kita dinyatakan belum lulus, apa kita ada peluang untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya atau berhenti sampai disitu saja ?
    mhon dijawab, terima kasih sblmnya:)

    BalasHapus
  6. mbak mau tanya dong...
    kan diatas mbak menerangkan bahwa setelah test akademik itu kita menerima pengumuman. nah kalau dipengumuman itu kita dinyatakan belum lulus, apakah kita masih punya peluang untuk lanjut ke tahap selanjutnya?
    mohon dijawab, terimakasih:)

    BalasHapus

Tinggalkan jejak anda dengan pertanyaan, komentar dan saran yang membangun. Terima kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...