Status

"WAITING FOR YOU MY LITTLE BABY"

30 April 2011

Disaster Management

Apa itu Bencana ? 


‘Disaster is a crisis situation that far exceeds the capabilities’.
                                                                                                - Quarentelly, 1985.

Bencana adalah situasi kritis yang jauh melampaui kapasitas. Bencana dibagi menjadi dua tipe, bencana yang disebabkan oleh alam (gempa bumi, letusan gunung, tsunami, tanah longsor, angin topan, dll), dan bencana karena ulah manusia (perang, ledakan bom, kebocoran bahan kimia, dll). Antara kedua tipe bencana tersebut, sama-sama dapat merugikan manusia dan lingkungannya dalam jumlah yang sangat besar.

Bencana tidak dapat dihindari, tetapi bisa dikurangi dampaknya. Oleh karena itu munculah disiplin ilmu tentang disaster management.


 Apa itu Disaster Management ?

Beberapa pengertian dari disaster management :


a.   Menurut Malcolm Tatum pada wiseGEEK (http://www.wisegeek.com/what-is-disaster-management.htm)


disaster management adalah proses atau strategi yang dilakukan ketika bencana alam terjadi.


b.   Di dalam Disaster Management Notes and Questions (www.cyen.org/ innovaeditor/ assets/ disaster_ management_ notes_ and_ questions)


disaster management adalah tindakan yang dilakukan organisasi untuk menanggapi kejadian tidak terduga yang merugikan manusia atau sumber mata pencaharian, mengancam berlangsungnya operasi suatu organisasi.

Dari kedua pengertian disaster management di atas, penulis menyimpulkan bahwa disaster management suatu siklus proses yang dilakukan dalam melakukan persiapan menghadapi bencana alam, dan proses setelah terjadi bencana alam. Hal yang tidak terduga dalam poin b di atas, maksudnya adalah bencana alam.
       
Siklus disaster management terdiri dari 4 fase, yaitu :


a.   Fase tanggapan (response phase)
b.   Fase perbaikan (recovery/rehabilitation phase)
c.   Fase pengurangan resiko/mitigasi (risk reduction/mitigation phase)
d.   Fase persiapan (preparedness phase)




Disaster Management Phases






Fase tanggapan (response phase) adalah fase yang dilewati dan harus dilakukan secara  cepat setelah kejadian bencana. Dalam hal ini, semua orang menangapi bencana, tapi dengan cara sendiri-sendiri.

Fase perbaikan (recovery/rehabilitation phase) adalah fase yang sangat signifikan, dengan hasil untuk jangka panjang. Korban menyadari dampak dari bencana, dan akhirnya memikirkan bagaimana caranya mereka dapat mengurangi kerugian.

Fase pengurangan resiko/mitigasi (risk reduction/mitigation phase) adalah fase di mana semua pihak melakukan hal-hal penting supaya tidak mengalami kerugian/kerusakan berlebih di kemudian hari. Proses pengurangan dampak tersebut biasa disebut mitigasi.

Fase persiapan (preparedness phase) adalah fase perkembangan kewaspadaan populasi akan dampak bencana , dan pemikiran bagaimana menghadapi bencana selanjutnya. Ini termasuk persiapan tanda peringatan bencana, metode evakuasi yang aman dan sukses dan tindakan pertolongan pertama.

0 comments - click to leave some comment:

Poskan Komentar

Tinggalkan jejak anda dengan pertanyaan, komentar dan saran yang membangun. Terima kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...